HOME

Ini Dia Hal-Hal yang Perlu dilakukan Sebelum Membeli Rumah

Rumah adalah salah satu kebutuhan utama setiap orang dalam masyarakat. Oleh sebab itu banyak perantau di kota-kota besar yang berharap dapat membeli rumah untuk tempat tinggal sebagai suatu pencapaian setelah mengadu nasib.

Oleh karena itu membeli rumah merupakan daftar prioritas semua kalangan baik itu muda maupun tua. Akan tetapi, tentu anda mengetahui apabila urusan membeli rumah, apalagi untuk pertama kali merupakan bukanlah perkara yang mudah. Anda harus sering berdiskusi dengan keluarga atau pasangan, bila sudah mengumpulkan banyak informasi dan mencari beragam tips membeli rumah sebelum memutuskan untuk membeli rumah yang di-inginkan. Jangan sampai karena kurangnya persiapan, perencanaan, hitungan, dan informasi, bangunan yang seharusnya menjadi rumah idaman, malah menjadi tempat tinggal yang tidak nyaman.

Berikut merupakan hal-hal yang perlu dilakukan sebelum membeli rumah yang wajib anda perhatikan:

  • Meriset Sumber Pinjaman

Seandainya anda membeli rumah menggunakan sistem cicilan atau KPR, njangan lelah untuk meriset dan membandingkan tawaran KPR yang disediakan oleh beberapa bank. Upayakanlah untuk menghitung tawaran bunga pinjaman secara teliti, terutama soal skema yang dipilih. Apakah hal tersebut menggunakan bunga tetap, fluktuatif, dan lainnya. Njangan ragu untuk bertanya mengenai fasilitas pinjaman yang dapat diberikan oleh bank kepada anda.

  • Menghitung Dana dengan Teliti

Urusan beli rumah merupakan urusan jangka panjang, maka anda harus siap untuk menghitung setiap dana secara cermat untuk rumah baru yang akan anda beli. Hitungan itu termasuk uang muka, besaran uang cicilan per bulan, pajak, bunga jangka panjang, asuransi, dan hal-hal lainnya.

Baca Juga : Cara Instalasi Listrik yang Baik untuk Menghindari Kecelakaan Listrik di Rumah

Hitunglah dengan cermat atau membayangkan anda dan keluarga yang akan menempati tempat tinggal itu dalam waktu bertahun-tahun. Kemudian sesuaikan dengan modal rumah tangga, upayakanlah batasannya agar tidak lebih dari 30 persen pendapatan anda maupun gabungan pendapatan anda dengan pasangan atau keluarga anda.

Jangan sampai anda tertarik dengan iklan cicilan murah per bulan, namun ternyata ada tambahan biaya lain yang tidak terhitung dan begitu dijumlah angkanya menjadi luar biasa.

Permainan Mix Parlay
Meja kursi

Traditional Furniture Styles

Traditional Furniture Styles

Furniture has been a symbol of wealth and luxury for centuries, from the Jacobean era of the 1600s through contemporary Scandinavian design of the 1900s. Here is the summary of historical or traditional furniture styles – and the main features of these styles :

Korean Traditional House
Korean Traditional House

Jacobean (1600-1690): The Jacobean was carried out of the English Renaissance. Jacobean furniture is characterized by straight lines, ornate carvings and dark finish.

Jacobean Style Furniture
Jacobean Style Furniture

William and Mary (1690-1735): William and Mary furniture style was well-known in the late 17th and early 18th century and is characterized by Dutch and Chinese influences.

William And Mary Style Furniture
William And Mary Style Furniture

Queen Anne (1700-1755): Queen Anne furniture built during the reign of William III of England. It is characterized by cabriole legs, fiddle-backed chairs and drawer pulls with a shape of a bat wing.

Queen Anne Style Furniture
Queen Anne Style Furniture

Pennsylvania Dutch (1720-1830): This is an American furniture style with Germanic influences. It is characterized by simplicity and popular colorful folk painting cases.

Pennsylvania Dutch Style Furniture
Pennsylvania Dutch Style Furniture

Louis XVI (1760-1789): This was designed for Marie Antoinette during the French Revolution and influenced by Neoclassical design. This is characterized by the Greco-Roman influence, straight lines, classic motifs like fluting, and richly carved details.

Louis XVI Style Furniture
Louis XVI Style Furniture

Chippendale (1750-1790): This style was created by a maker of cabinet in London, Thomas Chippendale. It can be classified in Gothic, French, and Chinese influences and even the Queen Anne style. This is characterized by cabriole legs and the displacement of upper gable of tall cases.

Chippendale Style Furniture
Chippendale Style Furniture

Hepplewhite (1765-1800): Hepplewhite is named after George Hepplewhite , a London designer who was well-known in the early United States. It is characterized by its Neoclassical influence, delicate appearance, tapered legs and contrast plates and inlay.

Hepplewhite Style Furniture
Hepplewhite Style Furniture

Sheraton (1780-1820): The Sheraton style is named after George Sheraton, an English designer with Hepplewhite whose work overlaps. Sheraton is characterized by an almost severe simplicity, straight lines, in contrast to plates, and sometimes conical legs.

Sheraton Style Furniture
Sheraton Style Furniture

Federal (1780-1820): Federal is a combination of Hepplewhite and Sheraton styles. It is known for its straight lines gracefully, contrasting plates, neoclassical motifs and ornamentation

Federal Style Furniture
Federal Style Furniture

American Empire (1800-1840): This is a stylish French-inspired furniture that was popular in the US during the late 19th century and is known for classical ornamentation, carvings and dark finish.

American Empire Style Furniture
American Empire Style Furniture
Bahan Outdoor

4 Popular Outdoor Furniture Manufacturing Materials

4 Popular Outdoor Furniture Manufacturing Materials

Furniture has always been an important issue that dominates the list of priorities for many accommodations either if they are looking for a piece to fit the design of the place or comfortable enough for their guests.

Below are the 4 materials :

1. Wood

Wood Material
Wood Material

Wood materials have been widely and mostly used for a very long time and even until now. Whether it is Teak, Redwood, Mahogany or composite wood, they are one of the most popular types of materials used in furniture manufacturing. It is also one of the highest in any part of the material demanded in the world and it still is today. The lifespan of the wood also outperforms many other types of material and is also very easy to maintain. Besides being a material itself, but can also be combined with other materials such as stainless steel or even leather.

2. Stainless Steel

Stainless Steel
Stainless Steel

As its name says, stainless steel does not easily rust, corrode or stained by water whereas normal steel does. Most of the tables and chairs that you see today are made of stainless steel because they are very durable and last for a long time with proper care and maintenance. Using the technology of water jet cutter, stainless steel can be manufactured in many shapes and sizes and can be stored away without taking up a lot of space.

3. Cane

Cane Material
Cane Material

A completely natural material, cane is popular in the category of outdoor furniture because of its very durable material aspect. Capable of bending to any shape and size, harmonium/cane can create many designs that the mind can imagine and is quite affordable for the mass market.

4. Plastic

Plastic Material
Plastic Material

One of the most well-known features of plastic material are that it is lightweight and are both efficient and effective in terms of budget. Plastic is well suited for the outdoors and comes in a variety of colors. However, plastic furniture loses its strength over time and when exposed to the heavy weight over a long period of time, the parts could bend and its color will somehow fade. Higher grades plastic materials are more resistant to such problems although they cost a little more than normal plastic materials.

Langkah-Langkah untuk Menjaga Rumah agar Tetap Bersih dan Rapi
Uncategorized

Langkah-Langkah untuk Menjaga Rumah agar Tetap Bersih dan Rapi

Setiap orang pasti mendambakan rumah yang bersih dan rapi agar dapat merasakan rasa nyaman saat menempati tempat tinggal tersebut. Selain itu, rumah yang bersih dan rapi dapat juga menjaga anda dari pandangan negatif tamu yang bertamu ke rumah anda. Sangat disayangkan bahwa sangat sulit menjaga rumah agar tetap bersih dan rapi. Apalagi, pada zaman yang serba modern ini kita tak hanya hidup dirumah, melainkan juga menikmati hidup diluar rumah, baik untuk bekerja ataupun bersosialisasi.

Dikutip dari www.agenbolahebat.com, adapun langkah-langkah penting untuk menjaga rumah agar tetap bersih dan rapi adalah sebagai berikut.

  • Memperhatikan Hal-hal Kecil

Agar dapat menciptakan rumah bersih, prioritaskan hal-hal kecil yang dapat mengganggu pemandangan seperti tumpukan pakaian, buku atau hal-hal lain yang berserakan di lantai. Dengan merapikan benda-benda tersebut, akan muncul kesan rumah bersih setiap saat, walaupun lantai belum disapu atau dipel bersih.

Oleh seba itu, apabila anda selalu menyapu dan mengelap lantai namun tidak memperhatikan benda-benda kecil yang tergeletak di rumah, ada baiknya anda terlebih dahulu merapikannya terlebih dahulu. Sebab hal-hal kecil tersebut dapat menciptakan kesan rapi pada ruangan yang akan anda bersih-kan.

  • Memulai Kebiasaan Bersih-bersih

Pemilik rumah bersih tak akan menunggu sampai rumah terlihat berantakan lalu kemudian dibersihkan. Sebaliknya, rumah bersih merupakan usaha yang dilaksanakan secara terus menerus, tidak hanya dilakukan oleh individu melainkan juga seluruh anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut. Oleh karena itu, libatkan juga sanak keluarga atau pasangan dan anak-anak dalam menghadirkan rumah agar bersih dan rapi.

Memulai kebiasaan bersih memang terdengar sangat simple, namun merupakan kunci yang paling efektif. Mulai dari rutinitas seperti merapikan tempat tidur saat bangun, mengelap wastafel setelah selesai digunakan, hingga merapikan hal-hal kecil sebelum meninggalkan sebuah ruangan. Hal tersebut adalah sebuah kesadaran yang harus dipupuk agar rumah bersih dan rapi dapat terjadi dan tidak hanya menjadi sebuah impian.

Air

Hindari Kebocoran dan Air Tidak Mengalir Lancar, Inilah Cara Instalasi Pipa Air yang Perlu Anda Perhatikan

Dalam membangun rumah atau membeli rumah salah satu bagian yang sangat penting melengkapinya merupakan tersedianya air bersih. Air bersih sudah menjadi kebutuhan pokok setiap orang, tuk mendapatkan air bersih anda dapat membuat sumur dirumah, atau berlangganan air bersih dari PDAM.

Setelah anda memiliki sumur sumber air bersih, maka tentu anda harus mengetahui cara untuk mengalirkan air sumur menuju keran-keran yang ada di beberapa tempat di rumah anda. Bisa jadi anda memasang keran di teras depan, di kamar mandi atau toiler, di wastafel cuci piring, di dapur, atau tempat-tempat lainnya yang membutuhkan suplai air bersih.

Untuk dapat mendistribusikan air bersih menuju tempat-tempat itu, anda memerlukan sebuah jaringan instalasi air yang efektif dan efisien. Untuk mendistribusikan air sumur ke berbagai keran di rumah, anda harus memasang instalasi air menggunakan pipa PVC ukuran 3/4dm. Adapun alat dan bahan-bahan yang perlu anda siapkan sebelum melakukan instalasi pipa air adalah sebagai berikut:

AgenBolaHebat.com
  • Menyiapkan alat kerja yakni
    1. Gergaji besi
    2. Meteran
  • Menyiapkan bahan-bahan
    1. Pipa PVC berukur 3/4
    2. Kran berukuran 3/4
    3. Sambungan pipa ukuran 3/4
    4. TBA
    5. Lem pralon
    6. Klem pipa berukur 3/4

Langkah-langkah kerja instalasi pipa air:

  1. Membuat gambaran sederhana rancangan instalasi pipa air.
  2. Menghitung kebutuhan pipa pvc dan jenis sambungan yang dibutuhkan.
  3. Memotong pipa pvc sesuai ukuran yang anda butuhkan untuk rumah anda.
  4. Merakit pipa secara tahap demi tahap agar semua pipa yang telah dipotong sesuai ukuran dan rancangan yang anda inginkan.
  5. Menyambung pipa utama dengan sambungan pipa menggunakan lem pipa atau mengoleskan lem pada ujung pipa kemudian sambungkan pada pipa sambungan.
  6. Sambungkan keran air menggunakan sambungan sok drat dalam. Hal ini juga tergantung jenis keran yang anda gunakan untuk rumah anda. Apabila anda menggunakan keran yang dratnya ada diluar, anda cukup melilit keran menggunakan TBA pada dratnya.
Listrik

Cara Instalasi Listrik yang Baik untuk Menghindari Kecelakaan Listrik di Rumah

Begitu banyak informasi yang harus diketahui sebelum melaksanakan instalasi listrik di rumah. Mulai dari jenis, fungsi, maupun jaringan dari kabel listrik. Instalasi listrik yang langsung dikerjakan secara mandiri tidak hanya tanpa resiko, kesalahan dalam melakukannya dapat membuat konsletnya jaringan listrik dan kecelakaan yang mengancam keselamatan jiwa. Oleh sebab itu, apabila anda berencana untuk melakukan pemasangan listrik di rumah secara mandiri, wajib mengetahui dan memahami hal-hal dasar mengenai kabel listrik.

Adapun hal-hal dasar yang wajib diketahui sebelum melakukan instalasi listrik adalah sebagai berikut.

  • Saklar, barang ini berfungsi untuk menyambung dan memutus arus listrik sehingga apabila saklar digunakan sebelum lampu maka anda bisa mengontrol hidup dan matinya lampu tersebut.
  • Stopkontak, merupakan lubang colokan tempat masuknya steker dari alat elektronik, hal ini umumnya terdapat 2 lubang.
  • Tespen, adalah tuk menguji apakah suatu kabel listrik mengandung setrum atau tidak, terdapat indikator berbentuk bola lampu yang akan menyala apabila ujung tespen dimasukan pada kabel yang memiliki setruman.
  • MCB, alat ini digunakan sebagai pemutus atau penyambung listrik jika terjadi konslet atau kelebihan daya. Umumnya letaknya alat ini berdekatan dengan meteran listrik.
  • Jumper, merupakan alat penyambung dua buah jalur secara langsung, biasanya menggunakan kabel.
  • Klem, yaitu alat tuk menjepit kabel ke kayu atua flafon sehingga kabel terlihat rapi dan kuat tak berubah posisi.
  • Fitting, yakni dudukan atau mangkuk lampu, cara memasang lampu ke fitting umumnya diputar searah jarum jam.

Baca juga : Hindari Kebocoran dan Air Tidak Mengalir Lancar, Inilah Cara Instalasi Pipa Air yang Perlu Anda Perhatikan

Setelah anda mengetahui hal-hal dasar yang wajib diketahui, inilah langkah-langkah cara instalasi listrik yang baik dan benar:

  1. Matikan listrik dirumah anda terlebih dahulu
  2. Menyambungkan jumper ke salah satu terminal sakelar
  3. Menyambukan kabel pendek menggunakan kabel hitam ke kabel positip jalur utama instalasi listrik
  4. Sambungkan terminal stopkontak yang satunya ke kabel negatif
  5. Sambungkan terminal sakelar yang tidak tersambung ke salah satu terminal fitting
  6. Menyambungkan terminal fitting lampu yang tidak tersambung ke kabel negatif jalur utama instalasi listrik yang biasanya berwarna biru.
  7. Terakhir, tidak lupa untuk mengisolasi setiap sambungan kabel dan memasang klem kabel dengan jarak antar klem adalah 50cm.

Hemat Energi = Mentalitas + Kesadaran + Sistem

Agen Bola Online